OTAK, instrument pikir akan menghasilkan output untung - rugi, mungkin - mustahil dan benar - salah (berdasarkan ukuran-ukuran yang diciptakan manusia sendiri). Sedang HATI, instrument rasa akan menghasilkan output manfaat - mudlarat, pantas - wagu dan etis - tidak etis (bersarkan inspirasi yang diperoleh dari Sang Pencipta). Otak dan hati adalah dua perangkat yang berbeda. Ketika kita menyiapkan waktu dan ruang di hati untuk menyongsong datangnya inspirasi maka tinggalkan otak, berhentilah berpikir agar inspirasi lebih cepat masuk ke dalam relung hati.

(Pujo Priyono)

===================================================

20 Mei 2009

Paku

Pagi ini ada sebuah e-mail dari seorang teman.....

Suatu ketika..., ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.
Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumahnya setiap kali dia marah...

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar sesuai dengan jumlah ia marah sehari itu...
lalu secara bertahap jumlah itu berkurang.
Lalu anak itu tersadar dan mendapati bahwa ternyata lebih mudak menahan amarahnya dibandingkan memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya.
Lalu si anak itu memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku setiap kali ia dapat menahan amarah dan meningkatkan kesabarannya.

hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.
Lalu sang ayah menuntun dan memperlihatkan pada anaknya pagar belakang rumahnya itu.
"Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, kau sekarang dapat mengendalikan amarahmu.
Tapi, lihatlah lubang-lubang dipagar ini... pagar ini tidak akan pernah sama seperti sebelumnya.
Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu akan meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain...

Kamu dapat menusukan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu..., tapi tak peduli beberapa kali kamu meminta maaf...
luka itu akan tetap ada..., dan luka karena lidah adalah sama sakitnya dengan luka fisik...

Kisah hikmah yang mungkin sudah sering kita dengar...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar