OTAK, instrument pikir akan menghasilkan output untung - rugi, mungkin - mustahil dan benar - salah (berdasarkan ukuran-ukuran yang diciptakan manusia sendiri). Sedang HATI, instrument rasa akan menghasilkan output manfaat - mudlarat, pantas - wagu dan etis - tidak etis (bersarkan inspirasi yang diperoleh dari Sang Pencipta). Otak dan hati adalah dua perangkat yang berbeda. Ketika kita menyiapkan waktu dan ruang di hati untuk menyongsong datangnya inspirasi maka tinggalkan otak, berhentilah berpikir agar inspirasi lebih cepat masuk ke dalam relung hati.

(Pujo Priyono)

===================================================

17 Agustus 2011

Nada Sinis di Tengah Teriakan Merdeka

Di tengah gegap gempita peringatan hari kemerdekaan Repiblik Indonesia, masih saja kita dengar nada-nada sinis. Banyak orang bergembira, pekik merdeka terucap di bibir atau di dunia maya. Status facebook, timeline twiiter dan jejaring sosial lainnya penuh sesak oleh ekspresi kebahagiian atas ulang tahun negaranya. Akan tetapi ada beberapa orang yang ‘mempertanyakan’ kemerdekaan bangsa ini, seolah-olah mereka tidak bangga atas negaranya sendiri.

“Merdeka apanya? Negara ini masih kacau” begitu kata salah satu dari mereka yang sinis terhadap kemerdekaan ini. Sejujurnya, komentar-komentar seperti ini terkesan merusak suasana. Hingar bingar peringatan kemerdekaan sedikit diganggu oleh nada-nada negatif semacam itu.

13 Agustus 2011

Ibu Ani Berjasa? Istri Pemulung Juga!


Jumat, 12 Agustus 2011, pemerintah memberikan bintang tanda jasa pada 30 tokoh nasional. Di antara nama-nama yang terpilih, ada Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ketua MPR Taufiq Kiemas sampai artis senior Titik Puspa.

Tidak hanya itu, Mantan Menkokesra Aburizal Bakrie dan Mantan Menkeu Sri Mulyani juga mendapatkan bintang kehormatan Mahaputera Adipradana.

Pemberian penghargaan ini menuai banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Beberapa nama yang mendapat pemnghargaan itu dinilai oleh beberapa kalangan belum pantas untuk menerima penghargaan. Nama Ibu Ani Yudhoyono dan Aburizal Bakrie adalah nama-nama yang paling sering dipertanyakan.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmon J Mahesa pun mempertanyakan pemberian penghargaan kepada Ani Yudhoyono yang juga istri Presiden SBY itu.

"Apa prestasi Ani Yudhoyono dari sisi kemanusiaan dan kemasyarakatan? Penghargaan itu penghargaan apa? Ini namanya jeruk makan jeruk," ujarnya.

11 Agustus 2011

Hentikan Penggunaan Istilah “di-Munir-kan” Untuk Maling


Kepulangan Nazaruddin ditunggu banyak orang. Kabar tentang penangkapan tersangka maling uang negara itu banyak menyita perhatian publik. Informasi-informasi yang ia berikan kepada media selama masa buron membuat banyak pihak penasaran, terutama dikarenakan nama-nama yang disebutnya adalah orang-orang beken di partai pemenang pemilu 2009, Partai Demokrat.

Presiden kita juga ternyata punya perhatian ekstra untuk kasus Nazaruddin ini, selang beberapa saat saja setelah ada kabar penangkapan Nazaruddin beliau sudah angkat bicara di depan wartawan. Tentu kita senang punya Kepala Negara yang respon dan perhatiannya terhadap kasus korupsi sedemikian besar, meskipun kadang ada juga kasus yang keselip, misalnya Nunun Nurbaetie.

Sesuatu hal yang pasti, bahwa Nazaruddin ini kemudian menjadi penting dan membuat semua orang ‘kangen’ padanya. Nazaruddin yang diharapkan mampu sedikit member informasi untuk bisa membuka beberapa tabir yang menutupi kebobrokan perilaku para politikus bangsa ini. Sangat wajar kiranya kemudian ada rasa khawatir akan keselamatannya.

10 Agustus 2011

Rakyat Inggris Cengeng! Indonesia Juara!

London memanas, Inggris bergejolak. Begitu kabar yang beredar di akhir-akhir ini. penjarahan terjadi berbagai tempat, massa mengamuk tak karuan, membakar dan menghancurkan apa saja, mobil, toko dan bahkan mereka melempari polisi dengan botol dan petasan.

Ada lebih dari 16.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan kekacauan ini. Toko-toko yang adabeberapa daerah juga mulai ketakutan dan menutup lapak mereka lebih awal, mereka khwatir kerusuhan di London akan menyebar. Dan memang berdasarkan informasi terkahir yang didapat menyebutkan bahwa aksi kekerasan menyebar hingga pusat kota Birmingham, wilayah barat Bristol, dan barat laut Liverpool.

Konon, aksi kekerasan di London itu awalnya terjadi pada Sabtu, 6 Agsutus di distrik Tottenham di London ketika sebuah demonstrasi damai memprotes pembunuhan Mark Duggan oleh polisi berakhir rusuh.

Hal mendasar yang menjadi pemicu utama terjadinya kerusuhan ini adalah masalah ketimpangan dalam kehidupan sosial masyarakat Inggris. Nurdin Abd Gani dalam tulisannya menyebutkan bahwa ketimpangan sosial dan beberapa kebijakan pemerintah akhir-akhir yang menyulut api kemurkaan masyarakat Inggris. Pemutusan lapangan kerja, pencabutan subsidi terhadap pendidikan, meningkatnya pengangguran merupakan faktor pemicu kerusuhan yang sedang membara di negara kerajaan Inggris tersebut.