Salah satu hal yang lumayan menarik perhatian adalah ketika Nazaruddin menulis surat kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Dia meminta perlindungan dari Presiden, dia berharap agar keluarganya dilindungi. Berikut isi lengkap surat tersangka kasus pencurian uang negara itu:
22 Agustus 2011
SBY, Presiden yang Cinta Rakyatnya
Salah satu hal yang lumayan menarik perhatian adalah ketika Nazaruddin menulis surat kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Dia meminta perlindungan dari Presiden, dia berharap agar keluarganya dilindungi. Berikut isi lengkap surat tersangka kasus pencurian uang negara itu:
17 Agustus 2011
Rakyat yang Bebal
Selain lomba-lomba itu yang sifatnya non-resmi, sekedar pesta rakyat, institusi-institusi resmi dinegeri ini punya kewajiban untuk melakukan yang sifatnya resmi, upacara peringatan detik-detik proklami kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara pengibaran dan penurunan bendera dilakukan mulai dari tinggat kecamatan hingga ‘level tertinggi’ yang dilakukan di Istana Negara yang dipimpin langsung oleh Kepala negara. Hampir semua dari kita sepakat bahwa acara ini adalah acara yang sakral dan memiliki ‘nilai’ penting. Semua stasiun televisi menyiarkan acara ini.
Nada Sinis di Tengah Teriakan Merdeka
Di tengah gegap gempita peringatan hari kemerdekaan Repiblik Indonesia, masih saja kita dengar nada-nada sinis. Banyak orang bergembira, pekik merdeka terucap di bibir atau di dunia maya. Status facebook, timeline twiiter dan jejaring sosial lainnya penuh sesak oleh ekspresi kebahagiian atas ulang tahun negaranya. Akan tetapi ada beberapa orang yang ‘mempertanyakan’ kemerdekaan bangsa ini, seolah-olah mereka tidak bangga atas negaranya sendiri.
“Merdeka apanya? Negara ini masih kacau” begitu kata salah satu dari mereka yang sinis terhadap kemerdekaan ini. Sejujurnya, komentar-komentar seperti ini terkesan merusak suasana. Hingar bingar peringatan kemerdekaan sedikit diganggu oleh nada-nada negatif semacam itu.
13 Agustus 2011
Ibu Ani Berjasa? Istri Pemulung Juga!
Jumat, 12 Agustus 2011, pemerintah memberikan bintang tanda jasa pada 30 tokoh nasional. Di antara nama-nama yang terpilih, ada Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ketua MPR Taufiq Kiemas sampai artis senior Titik Puspa.
Tidak hanya itu, Mantan Menkokesra Aburizal Bakrie dan Mantan Menkeu Sri Mulyani juga mendapatkan bintang kehormatan Mahaputera Adipradana.
Pemberian penghargaan ini menuai banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Beberapa nama yang mendapat pemnghargaan itu dinilai oleh beberapa kalangan belum pantas untuk menerima penghargaan. Nama Ibu Ani Yudhoyono dan Aburizal Bakrie adalah nama-nama yang paling sering dipertanyakan.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmon J Mahesa pun mempertanyakan pemberian penghargaan kepada Ani Yudhoyono yang juga istri Presiden SBY itu.
"Apa prestasi Ani Yudhoyono dari sisi kemanusiaan dan kemasyarakatan? Penghargaan itu penghargaan apa? Ini namanya jeruk makan jeruk," ujarnya.
11 Agustus 2011
Hentikan Penggunaan Istilah “di-Munir-kan” Untuk Maling
Presiden kita juga ternyata punya perhatian ekstra untuk kasus Nazaruddin ini, selang beberapa saat saja setelah ada kabar penangkapan Nazaruddin beliau sudah angkat bicara di depan wartawan. Tentu kita senang punya Kepala Negara yang respon dan perhatiannya terhadap kasus korupsi sedemikian besar, meskipun kadang ada juga kasus yang keselip, misalnya Nunun Nurbaetie.
Sesuatu hal yang pasti, bahwa Nazaruddin ini kemudian menjadi penting dan membuat semua orang ‘kangen’ padanya. Nazaruddin yang diharapkan mampu sedikit member informasi untuk bisa membuka beberapa tabir yang menutupi kebobrokan perilaku para politikus bangsa ini. Sangat wajar kiranya kemudian ada rasa khawatir akan keselamatannya.
10 Agustus 2011
Rakyat Inggris Cengeng! Indonesia Juara!
Ada lebih dari 16.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan kekacauan ini. Toko-toko yang adabeberapa daerah juga mulai ketakutan dan menutup lapak mereka lebih awal, mereka khwatir kerusuhan di London akan menyebar. Dan memang berdasarkan informasi terkahir yang didapat menyebutkan bahwa aksi kekerasan menyebar hingga pusat kota Birmingham, wilayah barat Bristol, dan barat laut Liverpool.
Konon, aksi kekerasan di London itu awalnya terjadi pada Sabtu, 6 Agsutus di distrik Tottenham di London ketika sebuah demonstrasi damai memprotes pembunuhan Mark Duggan oleh polisi berakhir rusuh.
Hal mendasar yang menjadi pemicu utama terjadinya kerusuhan ini adalah masalah ketimpangan dalam kehidupan sosial masyarakat Inggris. Nurdin Abd Gani dalam tulisannya menyebutkan bahwa ketimpangan sosial dan beberapa kebijakan pemerintah akhir-akhir yang menyulut api kemurkaan masyarakat Inggris. Pemutusan lapangan kerja, pencabutan subsidi terhadap pendidikan, meningkatnya pengangguran merupakan faktor pemicu kerusuhan yang sedang membara di negara kerajaan Inggris tersebut.
Sejak Kapan Ramadhan Minta Dihormati?
“Hormaaaat Grak…!” begitu aba-aba yang diteriakan oleh komandan upacara, dan seketika itu tangan kita mengambil sikap hormat kepada bendera yang dikabarkan.
Apa yang ada dalam hati kita saat hormat bendera? Biasa saja atau punya perasaan lain? Perasaan yang agak sensitif misalnya? Menjadi melankolis atau tiba-tiba perasaan cinta kepada negeri ini bertambah setelah hormat bendera? Kemungkinan itu ada, namun seberapa besar kemungkinan itu?
Kalaupun ternyata nasinalisme kita terbakar saat hormat, apakah benar nasionalisme itu tumbuh karena hormat, atau hormat hanya sebagai sebuah momentum yang membangkitakan kembali rasa cinta kepada tanah air. Membangkitkan, bukan melahirkan. Rasa cinta itu sudah tertanam dalam batin namun terlelap, dan saat hormat bendera itulah seakan-akan dibankitkan kembali perasaan sayang itu.
Kenapa Heboh dengan Komersialisasi Agama?
Adzan maghrib dibulan romadhon mungkin punya ‘level’ yang penting bagi kebanyakan orang, sebagai penanda berbuka puasa. Begitu pula dengan adzan subuh yang dianggap sebagai penanda awal puasa. Namun jika bukan romadhon, saya merasa ‘level’ semua adzan sholat itu sama. Jadi saya waktu itu terganggu oleh sebuah pertanyaan kenapa tidak semua waktu sholat ditayangkan adzan?
12 Maret 2011
Aku Laki-laki, Tak Peduli Apa Katamu
Status saya adalah lak-laki, dan kelaki-lakian saya itu tidak dikarenakan di Kartu Tanda Penduduk saya tertulis demikian. Satatus saya memang karena Tuhan menurunkan takdirnya kepada saya sebagai lak-laki.
Saya ini pria. Biarpun lima milyar manusia di bumi ini mengatakan bahwa saya bukan pria, tidak akan membuat saya berubah jenis kelaminku. Kepriaan seseorang tidak dipengaruhi oleh apa pendapat orang, identitas itu aku sendiri yang menentukan, atas kehendak Tuhan tentunya.
Saya ini cowok tulen. Biarpun saya menggunakan pakaian perempuan, bukan berarti merubah ke-cowok-anku. Jiwa saya akan selalu jiwa cowok tak peduli pakaian apa yang ku kenakan. Jati diriku tak terpengaruh atas atribut-atribut yang menempel di badanku. Gaun apapun yang kau sematkan di badanku, rok model apapun yang kau pakaikan ke tubuhku, tidak kemudian merubah status cowokku. Ke-cowok-annku itu tak terbatas oleh hal-hal badaniyah.
Kelaki-lakian adalah sebuah bentuk status ruhiyah. Jiwa. Yang tak tersentuh oleh siapapun kecuali oleh dirinya dan Tuhan tentunya. Kelaki-lakianmu tidak akan runtuh atau bahkan tidak bergeser derajadnya sedikitpun hanya karena ada sebagian laki-laki yang kemudian berpakaian perempuan, berjalan layaknya wanita dan belagak seolah dirinya perempuan. Waria boleh jutaan atau milyaran jumlahnya, namun tidak sedikitpun mempengaruhi kelaki-lakian kita.
Apakah anda setuju?
Ruh atau Daging?
Akhir tahun 2009, saya pernah berdiskusi panjang dengan seorang sahabat baik saya tentang batik. Waktu itu memang sedang hangat-hangatnya wacana tentang batik yang telah diakui dunia (UNESCO) sebagai sebuah warisan budaya Indonesia.
Waktu itu saya ‘menggugat’ tentang perilaku beberapa orang yang niatnya ingin bangga dengan batik namun entah sadar atau tidak, ternyata malah ‘merendahkan’ batik. Singkatnya seperti ini, saya hanya ingin menanyakan batik yang mereka banggakan itu batik yang mana? Apakah batik sebagai sebuah maha karya (esensi), atau hanya sebuah kain yang bermotif batik (bentuk)?
Ariel dan Anis Matta
Minggu yang lalu saat beredar video mesum seseorang yang mirip petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bapak Anis Matta, saya langsung menulis sebuah status facebook yang bunyinya kira-kira seperti ini : “Saya ini suka mengkritik PKS, namun jika ada yang menyerang PKS dengan cara murahan (video mesum), saya tidak setuju”
Saya anggap itu selesai. Saya tak lagi mencari banyak informasi tentang hal murahan seperti itu, saya berusaha tidak memberikan ruang bagi hal-hal semacam itu. Namun kemudian saya terusik oleh beberapa pernyataan teman-teman yang sepertinya ingin mengorek lebih jauh, saya menduga ada yang membesar-besarkannya supaya terkesan Anis Matta ini terdzolimi. Sepertinya ada upaya ingin mendulang simpati dari ‘penyerangan’ ini.
30 Mei 2010
Usulan Orang Bodoh Tentang Subsidi BBM

Rakyat adalah bagian terpenting dari tatanan sebuah negara. Entah bentuk pemerintahannya itu seperti apa, rakyat adalah sebuah kelompok yang punya hak untuk hidup sejahtera. Entah presidennya pria atau wanita, menteri keuangannya Sri Mulyani ataupun Agus, sistem ekonominya kapitalis ataupun sosialis, garuda itu noleh-nya ke kanan atau ke kiri, ada Sekber atau tidak, apalagi kalau hanya sekedar Ibas jadi Sekjennya partai Demokrat atau tidak, itu tidak merubah sedikitpun komposisi hak-hak rakyat untuk hidup dengan layak.
————-
Ada kisah tentang sebuah kampung sedang kena krisis tingkat tinggi. Kemudian, Kepala Desa mendapat bantuan beberapa juta rupiah. Di kampung tersebut, ada beberapa golongan penduduk. Miskin, menengah dan kaya. Yang miskin jumlahnya lebih banyak, yang menengah lumayan dan yang kaya hanya segelintir saja.
Pinjam Tangan Rakyat Untuk Cebok

——
Rakyat adalah bagian terpenting dari tatanan sebuah negara. Entah bentuk pemerintahannya itu seperti apa, rakyat adalah sebuah kelompok yang punya hak untuk hidup sejahtera. Entah presidennya pria atau wanita, menteri keuangannya Sri Mulyani ataupun Agus, ada Sekber atau tidak, apalagi kalau hanya sekedar pimpinan partai Demokrat itu Anas atau Marzuki, itu tidak merubah sedikitpun komposisi hak-hak rakyat untuk hidup dengan layak.
14 Mei 2010
Herawati Curhat ke Herawati (Perang Citra)
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara RI, Komisaris Jenderal (Komjen) Susno Duadji ditahan, segala macam argumen bertebaran diberbagai media. Perdebatan tiada henti silih berganti dari satu stasiun TV ke stasiun TV yang lain. Pengacara Susno “diadu” dengan perwakilan Polri diwasiti oleh pengamat politik dan pakar hukum, dan dipromotori oleh produser statsiun televisi. Bak seorang artis yang sedang kena gosip perceraian, para “tokoh-tokoh” yang ada dalam kasus ini hilir mudik di layar kaca.
Perang Citra, begitulah beberapa orang pintar bilang. Semangat utama yang dibangun bukan mencari kebenaran, melainkan beradu opini untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Kadang kala manuver-manuver yang dilakukan menembus batas akal sehat ataupun logika, karena sasaran tembaknya adalah perasaan masyarakat. Yang secara kebetulan masyarakat kita adalah masyarakat cengeng yang perasa, yang hobi banget bersedih-ria ala sinetron atau nangis habis ala termehek-mehek.
Masih Banyak Sri Mulyani Lain

Hampir semuanya menceritakan tentang keberhasilan, kehebatan dan keluar-biasaan perempuan yang lahir di Bandar Lampung ini. Deretan cerita sukses Bu Sri dijabarkan sedemikan rupa sehingga terkesan tidak ada rasa bosan diantara mendengar argumen-argumen yang sebenarnya hampir sama esensinya.
Di Negeri ini, Orang Pintar pun Harus “Ngemis”
Sedangkan tiga lulusan sekolah menengah pertama dengan nilai tertinggi adalah Ni Made Yuli Lestari dari SMPN 1 Gianyar, Ni Kadek Indra Puspayanti dari SMPN 1 Abiansemal dan Fitrian Dwi Rahayu dari SMPN 1 Karangayar, ketiganya memperoleh nilai rata-rata tertinggi nasional 9,95.
Ketagihan Diperkosa

Begitulah kira-kira keluhan seorang teman suatu ketika. Rasa jengkelnya membuatnya menjadi “benci” dengan keadaan yang ada di Negaranya, meskipun sebenarnya dia masih cinta.
Masih belum sampaikah kita pada titik optimum multi-krisis ini? Sehingga masih belum ada yang memulai untuk bergerak, untuk memikirkan bagaimana cara melepaskan diri dari “kepingsanan” diri.
11 Mei 2010
Optimisme dan Dominasi Sampah kecil
Pagi itu (9/5/2010), dilapangan Tembagapura mile 68 yang sangat dingin ada sekitar 1000 orang berkumpul, saya termasuk didalamnya. Sempat terbesit rasa kagum, ternyata masih banyak orang yang peduli dan mau diajak untuk melakukan kegiatan yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sebagai aktivitas yang hanya bikin capek. Clean City, begitulah judul kegiatan kita pagi itu. Seribu orang itu tidak berikan bayaran apa-apa, tidak kena sanksi apa-apa jika tidak ikut, namun semuanya bersemangat untuk ikut serta. Membersihkan sampah yang ada dijalan, memungut apa saja yang dianggapnya bikin kotor dan membahayakan lingkungan.
Koruptor Jangan Dipenjara
Konon kabarnya, rancangan rutan khusus itu berdasarkan standar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan jumlah kamar sebanyak 64 unit dan berkapasitas 256 orang. Bangunan rumah tahanan tipikor terbagi atas tiga lantai. Lantai satu terdapat 16 kamar yang dihuni satu tahanan untuk satu kamar bagi tahanan yang sakit atau tua. Lantai dua dan tiga terdiri atas 12 kamar, setiap lantai diperuntukkan bagi tahanan lima orang untuk satu kamar.
01 Mei 2010
Pak Menteri, Jangan Jadi Iblis
Ternyata Mendagri serius bener dengan hal itu, kabarnya isu tentang zina ini akan dibawa ke rapat dengan DPR-RI komisi II. Sebenarnya saya pernah merespon masalah ini lewat tulisan Miyabi mencalonkan Diri jadi gurbenur tapi tangan saya masih terlalu gatal untuk menulis lagi.
Ketika usulan tentang zina ini dikritisi oleh beberapa pihak, bahwa agak susah memaksakan urusan moral masuk kesebuah undang-undang resmi tertulis. Moral adalah sesuatu yang sifatnya kualitatif yang cara melihatnya amat sangat relatif antar individu. Namun, Mendagri dalam wawancara dengan TV-One tadi malam (28/04/2010) berkilah bahwa kalo urusan moral memang tidak boleh disertakan dalam suatu undang-undang, kenapa dalam undang-undang yang ada disebutkan tentang calon kepala daerah harus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa?. Urusan taqwa kan juga berhubungan dengan moral.