OTAK, instrument pikir akan menghasilkan output untung - rugi, mungkin - mustahil dan benar - salah (berdasarkan ukuran-ukuran yang diciptakan manusia sendiri). Sedang HATI, instrument rasa akan menghasilkan output manfaat - mudlarat, pantas - wagu dan etis - tidak etis (bersarkan inspirasi yang diperoleh dari Sang Pencipta). Otak dan hati adalah dua perangkat yang berbeda. Ketika kita menyiapkan waktu dan ruang di hati untuk menyongsong datangnya inspirasi maka tinggalkan otak, berhentilah berpikir agar inspirasi lebih cepat masuk ke dalam relung hati.

(Pujo Priyono)

===================================================

22 Februari 2009

Omong Kosong

tidak kah ada akhir dari semua omong kosong ini?
mataku jemu sekaligus muak dengan tebaran-tebaran kata
telingaku bising oleh dialog-dialog kedengkian dan makian

pujangga seakan malu melihat begitu hebatnya mereka :
mereka yang lihai membungkus kebusukan dengan rentetan kata mutiara

ribuan jurus baru dalam gelanggang silat lidah telah diciptakan
membuat para fakir semakin sulit untuk berfikir dan akhirnya keyakinan terjungkir

tidak kah ada akhir dari semua omong kosong ini?
gambar-gambar terpapar secara murahan dijalanan bersanding dengan kegelisahan
seakan senyuman-senyuman itu bisa mengobati luka menganga para nestapa

tidak kah ada akhir dari semua omong kosong ini?
korban pembodohan bersorak ria melihat jagoannya telah berhasil membohonginya
mereka berdansa seakan tarian itu untuk selamanya, nyatanya hanya sementara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar